"Lo orang padang? jago dagang dong" "Wah, lo kuliah di Bandung? ceweknya cantik-cantik sih pasti" "Emang orang Batak galak-galak sih".
Stereotype. Capek gak sih kalian dengan generalisasi kaya gini? belum seminggu aku nonton videonya di channel youtube Deddy Corbuzier yang berjudul "Agama Islam Menurut Saya" disana dia bicara mengenai stereotype agama serta suku. Dan foila! hari ini aku mengalami kejadian yang nyes banget dan tentunya berhubungan dengan stereotype seperti ini. Jangan hubungi dengan agama, disini aku ingin bicara mengenai suku, jadi kalau ada komen-komen yang berbau agama sori-sori aja ye bakal diapus.
Aku sebagai seorang wanita keturunan Sunda asli gak pernah tuh meminta untuk dilahirkan di tanah Sunda. Bukan berarti aku gak bersyukur ya dilahirkan di keluarga aku ini, cuma yang aku sesalkan kenapa di era lo bisa ketemu siapa aja di internet, masih aja percaya kalo suku ini begini suku ini begitu.
Balik lagi ke persoalan kenapa post ini dibuat. Ya, hari ini aku mengalami kejadian yang gak ngenakin. Singkat cerita di bulan Ramadhan ini, aku yang kedatangan tamu bulanan dan ponakan aku yang masih bocah kelaparan. Aku dan kakak iparku pesan di warung Padang langganan, namanya laper ya ga sabar... sesampainya pesanan gak disangka-sangka ibuku langsung "nyemprot" tukang antarnya karena kami sudah tunggu 1 jam lebih sedangkan warung Padang itu deket banget dari rumah. Saat masuk rumah, ibuku bergumam "yang nganter orang jawa sih".
Kesel? Aku apalagi.
Ibu aku bicara di depan aku dan pacarku, yang dimana pacarku itu orang Jawa tulen (Bapaknya Jogja Ibunya Solo). Kalo aku jadi dia sih, langsung pulang. Pundung dan tanya maksud ibuku ngomong itu apa. Alhamdulillah pacarku sholeh, dia cuma diem, jadilah aku yang protes menanyakan maksudnya apa. Tapi ya namanya juga rasis, ga ada alasan yang tepat untuk menjawab tujuan Beliau berkata itu. Gak mau durhaka aku diam dan minta maaf pada pacar. Mau tau rasanya? Malu.
Lanjut,
Dalam kasus itu, mungkin untuk sebagian orang itu hal yang "biasa" ngatain orang kaya gitu, tapi coba deh berkaca, enak gak sih di generalisasi kaya gitu? Bisa gak sih kita nilai manusia dari kepribadiannya saja tanpa memandang suku? Aku ada temen orang Batak campuran Padang, tapi nyatanya dia gak galak dan dia gak berdagang, ada lagi temenku orang Jawa tapi apa? dia galak!
Kalo stereotype itu benar adanya... kenapa orang non-Padang bisa berdagang? kenapa orang non-Batak bisa galak? kenapa cewek non-Sunda bisa cantik? Jadi, siapa yang bikin stereotype ini? kenapa harus ada stereotype di dunia ini?
Di rangkum dari beberapa bacaan dan tontonan yang masuk dalam otak aku, Stereotype itu terjadi karena sejarah dan mereka menyimpulkan secara singkat. Fitrah ya, misal kita punya masalah dengan orang suku X ya pasti kita mencari kesalahan apa yang mereka perbuat lalu jadi men-generalisasikannya. Tapi apakah harus kita menyalahkan seseorang karena sukunya? Mereka gak minta di lahirkan di suatu suku tersebut loh.
C'mon human, gak usah kita pandang seseorang dari sukunya. Buat apa kita punya teknologi yang canggih, buat apa ilmu yang kita pelajari kalau kita masih mandang orang lain dari sukunya? Kalau kalian masih mandang seseorang dari sukunya, kasihani diri kamu sendiri. Kenapa? jika kalian memandang rendah seseorang dari sukunya, bukan berarti kalian jadi lebih baik dari mereka.
Lalu apa yang harus kalian jika ada teman atau kerabat yang rasis khususnya terhadap suku ini? Aku yakin kebanyakan dari kita pasti emosi tapi please jangan berdebat dalam keadaan emosi. Mereka yang rasis tidak akan pernah merasa salah. Memang kita harus memberi tahu tapi please gausah masuk ke dalam jurang yang orang rasis itu suka (re: berdebat). Berikan pendapat kalian saat kalian stabil, berikan artikel ataupun video mengenai stereotype. Tapi yang perlu diingat, gak semua berjalan lancar. Kalian musti extra sabar untuk mengingatkan kepada mereka.
Untuk kalian yang masih termakan stereotype. Please Stop.
C'mon human, gak usah kita pandang seseorang dari sukunya. Buat apa kita punya teknologi yang canggih, buat apa ilmu yang kita pelajari kalau kita masih mandang orang lain dari sukunya? Kalau kalian masih mandang seseorang dari sukunya, kasihani diri kamu sendiri. Kenapa? jika kalian memandang rendah seseorang dari sukunya, bukan berarti kalian jadi lebih baik dari mereka.
Lalu apa yang harus kalian jika ada teman atau kerabat yang rasis khususnya terhadap suku ini? Aku yakin kebanyakan dari kita pasti emosi tapi please jangan berdebat dalam keadaan emosi. Mereka yang rasis tidak akan pernah merasa salah. Memang kita harus memberi tahu tapi please gausah masuk ke dalam jurang yang orang rasis itu suka (re: berdebat). Berikan pendapat kalian saat kalian stabil, berikan artikel ataupun video mengenai stereotype. Tapi yang perlu diingat, gak semua berjalan lancar. Kalian musti extra sabar untuk mengingatkan kepada mereka.
Untuk kalian yang masih termakan stereotype. Please Stop.


0 komentar